HomePublikasiBerita

Syukuran PPGI Ke 44 Tahun

Perum Percetakan Negara RI (Perum PNRI) sebagai salah satu Anggota Persatuan Perusahaan Percetakan Grafika Indonesia (PPGI) pada Senin 12 November 2018 menghadiri acara syukuran PPGI ke 44 Tahun di salah satu rumah makan di Jakarta.

Organisasi yang sudah lama berdiri dan menaungi seluruh perusahaan grafika/percetakan ini cukup banyak membantu perusahaan-perusahaan grafika di Indonesia. Acara ini selain untuk mempererat tali silaturahmi dengan sesama perusahaan grafika, tapi juga menjadi wadah untuk pertukaran informasi-informasi terkait bisnis dunia grafika.

Tamu undangan yang hadir pun cukup banyak selain dari perusahaan grafika, hadir pula dari kalangan pejabat Pemerintahan yaitu Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Kementerian Perindustrian, Ir. Edy Sutopo, MSi dan Kasubdit Selulosa, Emil Satria. Sementara dari Perum PNRI diwakili oleh Sekretariat Perusahaan, Lady Meidiana dan Koordinator NPNC dan Sinergi BUMN, Bambang Sentanu

Saat ini PPGI masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam bisnis percetakan dan grafika, sebagaimana diketahui peran organisasi saat ini mulai sedikit berkurang, ungkap Ketua PPGI, Ahmad Mughira Nurhani

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru dan dapat membangun sinergi yang kuat sesama anggota PPGI.

Upacara Bendera Hari Pahlawan 2018 di Perum PNRI

Dalam rangka Hari Pahlawan tahun 2018, pada hari senin 12 November 2018 telah dilaksanakan Upacara Bendera bertempat di halaman parkir gedung utama Perum Percetakan Negara RI.

Upacara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI, Djakfarudin Junus. Upacara yang diikuti oleh seluruh pegawai ini berlangsung dengan khidmat.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah pertempuran terbesar setelah Indonesia merdeka, yang menelan korban jiwa yang cukup besar. Sehingga untuk mengenang peristiwa heroik tersebut maka tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang, dengan tidak mengenal menyerah, rela berkorban tanpa pamrih demi kedaulatan bangsa dan negara Republik Indonesia, kiranya dapat menginspirasi kita untuk melakukan hal serupa mengisi kemerdekaan, membangun negeri menuju masyarakat Indonesia sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan para pendahulu negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

Melalui momentum Hari Pahlawan 2018 ini diharapkan dapat lebih menumbuhkan kesadaran setiap insan masyarakat untuk lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita (Soekarno) yang menyatkan bahwa “Hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar”.

Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018 yang mengambil tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”, kiranya bukan hanya menjadi slogan semata namun yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Marilah melalui Peringatan Hari Pahlawan 2018 kita kobarkan semangat dan nilai-nilai kepahlawanan untuk berjuang di segala bidang.

Jazz at The Museum

Ikatan Alumni Labschool bekerjasama dengan Lokananta Recording, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bersama OJ Music House Jakarta, menggelar Jazz at the Museum di Museum Nasional, Jakarta Pusat.

Sebagai langkah awal, Jazz at The Museum digelar di Museum Nasional pada 10 November 2018, yang bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan. Pemilihan lokasi awal Jazz at The Museum di Museum Nasional karena tempat ini simbol dari semua museum di Indonesia.

Acara ini dimeriahkan oleh penampilan special musisi jazz senior Otti Jamalus dan musisi jazz muda Adikara Fardy feat Ghillman Rama Putra , tak hanya musik jazz, talk show tentang Lokananta Recording, menghadirkan Direktur Keuangan dan Produksi Perum Percetakan Negara RI, Satrijo Sigit Wirjawan, talk show mengenai Museum Nasional sebagai tempat rekreasi menghadirkan Hilmar Farid, selaku Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Keterlibatan Lokananta di Jazz at The Museum untuk mengenalkan lebih luas bahwa label rekaman yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah, itu bisa jadi wisata sejarah dan edukasi bagi generasi muda. Lokananta menyimpan rekaman penting bersejarah, termasuk master pita pidato proklamasi, rekaman resmi 'Indonesia Raya' versi 3 stanza, dan berbagai pidato Presiden Pertama RI, Soekarno, serta pidato beberapa Kepala Negara lainnya.

Satu yang unik dalam acara yang digelar secara sederhana namun bermakna ini adalah penampilan dari Sineas Riri Riza yang memperlihatkan kemampuannya meracik kopi, yang kemudian disuguhkan kepada para pengunjung yang datang menyaksikan acara ini.

Acara yang disponsori oleh Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, TWC (Taman Wisata Candi) dan Peruri Property ini diharapkan dapat menarik anak muda kembali ke Museum melalui musik jazz

Kunjungan Politeknik Negeri Jakarta ke Perum PNRI

Untuk kesekian kalinya pada Selasa 6 November 2018, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia mendapat kunjungan dari Mahasiswa/ Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, dalam rangka kuliah umum Perkembangan Teknologi Security Printing. Rombongan yang berjumlah 25 peserta diterima oleh Lady Meidiana selaku Sekretaris Perusahaan, Ervin Adrian, General Manager Produksi dan Dharsono Wibowo, Asistant Manager Komunikasi dan Budaya Korporasi Perum Percetakan Negara RI.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai industri grafika, Mahasiswa/Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta lebih dahulu diperlihatkan video Profil Perusahaan , Sejarah, Budaya Kerja dari Perum PNRI, serta dilanjutkan mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Produksi, Satrijo Sigit Wirjawan.

Acara selanjutnya Para Mahasiswa/Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta melakukan kunjungan ke ruangan desain grafis dan pabrik yang dimiliki oleh Perum Percetakan Negara RI dengan didampingi oleh General Manager Produksi Ervin Adrian, Manager Percetakan Sekuriti dan Komersial, Hari, dan Manager Perencanaan dan Pengendalian Produksi, JH Tapran. Para Mahasiswa/Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta sangat antusias dan sangat aktif bertanya saat melakukan kunjungan ini.

Sebagai salah satu Perusahaan BUMN yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, terlebih lagi dunia percetakan, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia sangat membuka diri bagi institusi yang ingin melakukan kunjungan industri. Bukan hanya instansi Pemerintah tetapi Lembaga Pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.

Diharapkan dengan adanya kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat kepada Mahasiwa/Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan serta memberikan pandangan dan wawasan khususnya pada dunia usaha dan industri percetakan.

Presiden Jokowi Resmikan Kawasan The Telkom Hub

 

Presiden Joko Widodo meresmikan kawasan The Telkom Hub di Jalan Gatot Subroto, pada Kamis 1 November 2018 dengan mengingatkan inovasi memasuki revolusi industri 4.0.
Turut hadir dalam peresmian ini, Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan sejumlah Direksi BUMN diantaranya Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Djakfarudin Junus.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa BUMN di Indonesia harus selalu mengikuti tren global dan mengamati perkembangan teknologi digital. Selain itu, BUMN dan perusahaan-perusahaan lain di Indonesia diharapkan terus menciptakan inovasi untuk menghindari ketertinggalan di era globalisasi.

Bersamaan dengan peresmian The Telkom Hub, Presiden Joko Widodo beserta Menteri BUMN Rini Soemarno juga bertatap muka dengan 3500 Milenial BUMN yang tengah melaksanakan “Forum Milenial” di Auditorium dan Vertical Garden Telkom Landmark Tower.

Saat hadir dalam Forum Milenial tersebut, Presiden Joko Widodo berpesan agar Milenial BUMN terus mengikuti perkembangan pesat teknologi digital dan menggunakan media sosial secara positif.

Kementerian BUMN menggagas program the Spirit of Millennial BUMN yang melibatkan 10.000 milenial BUMN, dengan melaksanakan program pemberdayaan Milenial BUMN secara terstruktur dan periodic, salah satunya kegiatan “Forum Milenial”.

Subcategories