HomePublikasiBerita

3rd FHCI MILLENNIALS MEET UP: “Expanding Cargo & Lifestyle Business in Industry 4.0”

 

3rd FHCI MILLENNIALS MEET UP:
“Expanding Cargo & Lifestyle Business in Industry 4.0”

Pada tanggal 16 November 2018 berlokasi di Salon Dek 6, Kapal KM Kelud Pelabuhan Tj. Priok, Jakarta telah dilaksanakan kegiatan Meet Up atau pertemuan yang ketiga antara generasi Millennials BUMN. Kegiatan yang dikoordinir oleh Kementerian BUMN, FHCI (Forum Human Capital Indonesia), FHCI Millennials dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) ini menggagas tema “Expanding Cargo & Lifestyle Business in Industry 4.0”. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan Millennials BUMN dalam menghadapi era Industri 4.0 serta mensosialisasikan struktur organisasi dan program kerja Millennials di BUMN.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Millennials dari seluruh BUMN ini diawali dengan kegiatan Tour Kapal KM Kelud milik PT Pelni. KM Kelud merupakan jenis kapal penumpang yang berusia lebih dari 20 tahun dan melayani rute Tanjung Priok, Batam, Tanjung Balai, dan Belawan. Kapal ini memiliki tujuh lantai dengan kapasitas penumpang hingga 2.600-3.300 pax yang terbagi ke dalam kelas I, II dan ekonomi.

Kapal ini juga dilengkapi berbagai fasilitas lengkap seperti bedroom, sarana olahraga, meeting room, ballroom, masjid, klinik, bioskop, karaoke dan sebagainya. Para peserta juga diajak berkunjung ke ruang kemudi serta berkesempatan untuk memperoleh seputar ilmu pelayaran dibimbing oleh kapten kapal dan awak kapal yang ahli di bidangnya.

Pada sesi selanjutnya para peserta memperoleh materi Expanding Cargo & Lifestyle Business in Industry 4.0 oleh Direktur Utama PT Pelni (Persero), Bpk Insan Purwarisya L. Tobing. Dijelaskan bahwa Industri 4.0 mendorong perusahaan untuk mengubah cara beroperasi dan beradaptasi dengan dunia yang cepat berubah. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan PT Pelni dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
1. Optimasi produktivitas kapal penumpang melalui kegiatan lifestyle business;
2. Digitalisasi proses bisnis;
3. Optimasi tata kelola bisnis melalui operational excellence; serta
4. Transformasi budaya, tata nilai, dan perilaku yang selaras dengan strategi bisnis

Di sesi terakhir, para peserta diberi pengarahan dan sosialisasi terkait Pembahasan Program Pengembangan Pegawai Millennials BUMN oleh FHCI. Generasi Millennials dianggap memiliki usia dan pemahaman yang produktif dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, sehingga peningkatan skill dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan penting perusahaan akan menjadikan Millennials sebagai Agent of Change Transformasi Organisasi.

Pembentukan organisasi tersebut juga diperkuat dengan adanya Surat Edaran KBUMN No SE-08/MBU/11/2018 mengenai Pembentukan Wadah/Perkumpulan Bagi Generasi Milenial di Badan Usaha Milik Negara. Sinergi dan sinkornisasi antara program Millennials dengan lini bisnis perusahaan, serta endorsement dari setiap atasan akan mampu mempercepat terealisasinya program-program Millennials di lingkungan BUMN.

Telkom Corporate University PLUGGEDIN CORPU INDONESIA

Pada tanggal 15 November 2018 beberapa karyawan Perum Percetakan Negara RI menghadiri acara Pluggedin yang diselenggarakan oleh Telkom University, Bandung.

Pada kesempatan sosialisasi salah satu Program Kementrian BUMN tersebut, Bapak Hambra, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis KBUMN menyampaikan bahwa Pluggedin Corpu Indonesia bertujuan untuk membentuk BUMN Corporate University yang merupakan gabungan dari seluruh BUMN di seluruh Republik Indonesia, yang nantinya program pembelajaran di Corpu tersebut akan diisi oleh seluruh BUMN yang unggul di bidangnya masing-masing. Dengan demikian, BUMN tidak perlu lagi mencari penyedia layanan training dari luar BUMN karena sudah disediakan oleh BUMN Corporate University.

Namun untuk menghadirkan BUMN Corporate University tidaklah mudah, karena sebelum Corpu tersebut berdiri, setiap BUMN harus memiliki Sistem Informasi dan Learning Program yang terintegrasi. Oleh karena itu, Telkom diwakili Divisi Pengembangan Karir dan Divisi Sistem Informasi dan Aplikasi memperkenalkan berbagai jenis aplikasi dan software yang dapat membantu mengintegrasikan Sistem Informasi di setiap BUMN. Selain itu, Deputi juga mengingatkan peran dari generasi Millennials yang dalam beberapa tahun ke depan jumlahnya akan mendominasi hampir seluruh perusahaan BUMN. Beliau memberikan sharing dan masukan bagaimana cara berinteraksi dengan generasi tersebut sehingga dapat mendorong mereka untuk lebih berinovasi di era Revolusi Industri 4.0, di antaranya membuang sistem pelatihan yang lama (sistem kelas), serta beralih ke sistem pelatihan mobile yang dapat diakses dimana dan kapan saja, melalui aplikasi berbasis Android, IOS dan Desktop.

Dengan demikian, seluruh karyawan Millennials dapat menjalankan pelatihan dimana saja, kapan saja atau bahkan sambil bersantai di Café, di rumah atau berlibur di luar kota. Dan data hasil rekam jejak pelatihan dan nilai dari pelatihan karyawan tersebut dapat diakses oleh Divisi SDM maupun atasan mereka masing-masing.

Syukuran PPGI Ke 44 Tahun

Perum Percetakan Negara RI (Perum PNRI) sebagai salah satu Anggota Persatuan Perusahaan Percetakan Grafika Indonesia (PPGI) pada Senin 12 November 2018 menghadiri acara syukuran PPGI ke 44 Tahun di salah satu rumah makan di Jakarta.

Organisasi yang sudah lama berdiri dan menaungi seluruh perusahaan grafika/percetakan ini cukup banyak membantu perusahaan-perusahaan grafika di Indonesia. Acara ini selain untuk mempererat tali silaturahmi dengan sesama perusahaan grafika, tapi juga menjadi wadah untuk pertukaran informasi-informasi terkait bisnis dunia grafika.

Tamu undangan yang hadir pun cukup banyak selain dari perusahaan grafika, hadir pula dari kalangan pejabat Pemerintahan yaitu Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Kementerian Perindustrian, Ir. Edy Sutopo, MSi dan Kasubdit Selulosa, Emil Satria. Sementara dari Perum PNRI diwakili oleh Sekretariat Perusahaan, Lady Meidiana dan Koordinator NPNC dan Sinergi BUMN, Bambang Sentanu

Saat ini PPGI masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam bisnis percetakan dan grafika, sebagaimana diketahui peran organisasi saat ini mulai sedikit berkurang, ungkap Ketua PPGI, Ahmad Mughira Nurhani

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru dan dapat membangun sinergi yang kuat sesama anggota PPGI.

Upacara Bendera Hari Pahlawan 2018 di Perum PNRI

Dalam rangka Hari Pahlawan tahun 2018, pada hari senin 12 November 2018 telah dilaksanakan Upacara Bendera bertempat di halaman parkir gedung utama Perum Percetakan Negara RI.

Upacara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI, Djakfarudin Junus. Upacara yang diikuti oleh seluruh pegawai ini berlangsung dengan khidmat.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah pertempuran terbesar setelah Indonesia merdeka, yang menelan korban jiwa yang cukup besar. Sehingga untuk mengenang peristiwa heroik tersebut maka tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang, dengan tidak mengenal menyerah, rela berkorban tanpa pamrih demi kedaulatan bangsa dan negara Republik Indonesia, kiranya dapat menginspirasi kita untuk melakukan hal serupa mengisi kemerdekaan, membangun negeri menuju masyarakat Indonesia sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan para pendahulu negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

Melalui momentum Hari Pahlawan 2018 ini diharapkan dapat lebih menumbuhkan kesadaran setiap insan masyarakat untuk lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita (Soekarno) yang menyatkan bahwa “Hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar”.

Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018 yang mengambil tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”, kiranya bukan hanya menjadi slogan semata namun yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Marilah melalui Peringatan Hari Pahlawan 2018 kita kobarkan semangat dan nilai-nilai kepahlawanan untuk berjuang di segala bidang.

Jazz at The Museum

Ikatan Alumni Labschool bekerjasama dengan Lokananta Recording, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bersama OJ Music House Jakarta, menggelar Jazz at the Museum di Museum Nasional, Jakarta Pusat.

Sebagai langkah awal, Jazz at The Museum digelar di Museum Nasional pada 10 November 2018, yang bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan. Pemilihan lokasi awal Jazz at The Museum di Museum Nasional karena tempat ini simbol dari semua museum di Indonesia.

Acara ini dimeriahkan oleh penampilan special musisi jazz senior Otti Jamalus dan musisi jazz muda Adikara Fardy feat Ghillman Rama Putra , tak hanya musik jazz, talk show tentang Lokananta Recording, menghadirkan Direktur Keuangan dan Produksi Perum Percetakan Negara RI, Satrijo Sigit Wirjawan, talk show mengenai Museum Nasional sebagai tempat rekreasi menghadirkan Hilmar Farid, selaku Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Keterlibatan Lokananta di Jazz at The Museum untuk mengenalkan lebih luas bahwa label rekaman yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah, itu bisa jadi wisata sejarah dan edukasi bagi generasi muda. Lokananta menyimpan rekaman penting bersejarah, termasuk master pita pidato proklamasi, rekaman resmi 'Indonesia Raya' versi 3 stanza, dan berbagai pidato Presiden Pertama RI, Soekarno, serta pidato beberapa Kepala Negara lainnya.

Satu yang unik dalam acara yang digelar secara sederhana namun bermakna ini adalah penampilan dari Sineas Riri Riza yang memperlihatkan kemampuannya meracik kopi, yang kemudian disuguhkan kepada para pengunjung yang datang menyaksikan acara ini.

Acara yang disponsori oleh Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, TWC (Taman Wisata Candi) dan Peruri Property ini diharapkan dapat menarik anak muda kembali ke Museum melalui musik jazz

Subcategories