HomePublikasiBerita

PKS Sarinah – Perum PNRI, Bukti BUMN Tetap Bersinergi

Perum PNRI – Jakarta Pusat, Dalam rangka Sinergi BUMN Perum PNRI menjalin kerjasama dengan Sarinah melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Kantor Pusat Sarinah (22/10/19).

Penandatangan PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang dilaksanakan pada hari selasa (22/10/19) dihadiri oleh Djakfarudin Junus, selaku Direktur Utama Perum PNRI, Dhita Febrianty selaku Direktur Keuangan dan SDM, serta jajaran Manajemen. Sementara dari Sarinah tampak hadir GNP Sugiarta Yasa selaku Direktur Utama Sarinah, Hot Rudolf Marihot selaku Direktur Keuangan, Lies Permana Lestari selaku Direktur Retail, dan Indryruwani Asikin Natanegara selaku Direktur Trading dan Properti serta jajaran Manajemen Sarinah.

Acara diawali dengan pembacaan doa dan pemutaran lagu “Indonesia Raya”, selanjutnya sambutan dari Direktur Utama Sarinah dan Direktur Utama Perum PNRI, dan diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilakukan oleh kedua Direktur Utama dari masing-masing BUMN.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perum PNRI dengan Sarinah kali ini terkait dengan kerjasama bahan baku dan bahan pendukung lainnya. Dimana ini merupakan kerjasama yang kedua antara Perum PNRI dengan Sarinah.

Perum PNRI sendiri berharap bisa terus bekerjasama dengan Sarinah dalam berbagai bidang bisnis lainnya, melihat Perum PNRI memiliki cabang yang tersebar di seluruh Indonesia yang mana tentu dapat saling memanfaatkan.

“PNRI Mempunyai cabang di seluruh Indonesia dan bisa saling dimanfaatkan oleh Sarinah juga, banyak peluang kalau ada project-project besar pun kalau boleh, akan diajukan kerja sama dengan Sarinah” Ungkap Djakfarudin.

“Bersepakat melanjutkan sinergi. Saling mengisi dan memberi value untuk masing2 perusahaan. Berharap berkesinambungan dan berharap tidak hanya ini saja tapi kerjasama yg lain-lain.” Pungkas Yasa.

Sinergi BEKRAF, Badan Perfilman Negara (BPN) dan Perum PNRI: Workshop Digitisasi dan Monetisasi Arsip Audiovisual

Solo, 25 September 2019, Badan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Perum Percetakan Negara RI (PNRI) dan Badan Perfilman Indonesia mengadakan Workshop Digitisasi Dan Monetisasi Arsip Audiovisual dengan Institut National de l’Audiovisuel (INA) di Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan workshop digitisasi dan monetisasi merupakan bagian dari tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman antara bekraf dengan Centre national du cinéma et de limage animée (CNC) Prancis, pada 27 Mei 2018 terkait pengembangan subsector perfilman dan audiovisual.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik dalam sambutannya mengatakan, workshop tersebut bertujuan untuk melakukan transfer teknologi digitisasi aset audiovisual dari Perancis ke Indonesia. Selain untuk menghemat ruang penyimpanan, digitisasi juga memungkinkan kelestarian aset audiovisual lebih terjaga.

"Kita harus dapat melestarikan aset audiovisual yang kita miliki secara optimal, serta dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui monetisasi dengan memanfaatkan kepemilikan intelektualnya," kata Ricky saat pembukaan workshop, Rabu (25/9).

Sementara itu, Deputi Hubungan Antar lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu Sulistianti menjelaskan, digitisasi merupakan salah satu pendorong pesatnya perkembangan industry kreatif melalui kekayaan intelektualnya.

"Indonesia memiliki koleksi arsip audio visual, khususnya musik, yang kaya, namun belum terkelola secara maksimal. Padahal arsip-arsip ini memiliki nilai ekonomi yang dapat dilipat gandakan dengan berbagai metode,” ungkap Endah.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta, perwakilan dari berbagai Institusi dan Lembaga Pemerintah, BUMN, Asosiasi, Perusahaan swasta, akademisi yang terkait arsip dan audiovisual ini berlangsung mulai dari tanggal 25 hingga 28 September 2019. Dari Perum PNRI sendiri dihadiri oleh Direktur Produksi dan Pemasaran, Waluyo Pujianto.

Diharapkan melalui workshop ini, dapat menjadi langkah awal yang baik bagi Bekraf guna menjaga, melestarikan, serta mengembangkan arsip-arsip audiovisual seoptimal mungkin. Selain itu juga sebagai langkah untuk mempertahankan eksistensi serta meningkatkan trafik Perum PNRI Cabang Surakarta Lokananta.

Sharing Knowledge Unit Kerja Pemasaran dan Desain

Sebagai salah satu bagian dari tata nilai yang dimiliki oleh Perum PNRI yaitu GRAFIKA, dimana salah satu komponen pendukungnya adalah KNOWLEDGE (pengetahuan) dipandang perlu untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki bagi seluruh insan Perum PNRI guna menambah wawasan dan pengetahuan serta meningkatkan komunikasi antar sesama insan Perum PNRI.

Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan khususnya bagi para Account Officer (AO) perihal desain grafis khususnya, Unit kerja Desain mengadakan Sharing Knowledge yang menyajikan prosedur intruksi pekerjaan, jenis pekerjaan, beban waktu pekerjaan, tanggung jawab kualitas dan kuantitas hingga mengenalkan beberapa nama feature desain sekuriti. Pada kesempatan ini hadir Kusdary Fadly Ridho General Manager Pemasaran dan Operasional Cabang serta seluruh account officer Perum PNRI.

Diharapkan dengan adanya sharing knowledge ini diharapkan seluruh insan Perum PNRI khususnya account officer siap untuk menghadapi tantangan dan persaingan dunia usaha khususnya percetakan yang semakin ketat dan tidak bisa lepas dari kemampuan hasil sebuah produk desain grafis. Perum PNRI selalu berinovasi dalam mengembangkan usaha baru terutama dalam seni desain grafis.

Perum PNRI Mengabdi Melalui Seminar Teknologi

Perum PNRI (17 September 2019), Divisi IT Perum PNRI mengadakan Seminar Remaja Inspiratif Kreatif Teknologi yang bertempat di dua SLTA di Pandeglang, Banten. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat dan waktu yang berbeda. Seminar pertama dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019 bertempat di SMAN 15 Pandeglang Banten dan tanggal 7 September 2019 di Madrasah Aliyah Catringin, Banten.

Seminar ini dihadiri oleh Kepala Desa, UPT, dan Kepala Sekolah serta seluruh Siswa SLTA dari kedua sekolah tersebut. Sementara dari Perum PNRI sendiri diwakili oleh Yuda Romdona selaku Staff IT Perum PNRI yang di undang sebagai pemateri.

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan tokoh masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan Training Motivation, Pengenalan Company Profile Perum PNRI, Seminar Remaja Inspiratif Kreatif Teknologi yang bertajuk “Mengenal lebih dekat teknologi dengan memanfaatkan keuntungan untuk masa depan yang menguntungkan”, Game/Quis/havefun moments, dan diakhiri dengan penyerahan cendramata berupa Book Teknologi Augmented Reality dll dari Perum PNRI kepada pihak sekolah.

Tujuan dari adanya kegiatan ini untuk memperkenalkan lebih dekat Perum PNRI kepada Siswa/I sebagai generasi milenial yang nantinya akan menjadi Agen Perubahan untuk Indonesia. Selain itu, diharapkan sekolah yang berada di pelosok daerah mulai menyadari pentingnya peran teknologi sebagai media pembelajaran dalam bidang pendidikan.

Pihak sekolah maupun masyarakat sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melihat antusiasme siswa/I yang hadir dalam seminar tersebut, Perum PNRI berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan kedepannya tidak hanya tingkat sekolah melainkan kalangan masyarakat umum pun dapat ikut berpartisipasi. Perum PNRI terus berupaya hadir untuk masyarakat sebagai bentuk pengabdi Perum PNRI terhadap Indonesia sesuai dengan tagline KBUMN “Hadir Untuk Negeri”.

Lokananta Reborn : "Livekustik dan Painting Exhibition"

Solo, 14 September 2019, Perum Percetakan Negara RI cabang Surakarta - Lokananta mengadakan launching Lokananta livekustik dan painting exhibition di studio legendaris Lokananta.

Lokananta kembali menunjukan eksistensinya melalui "Launching Lokananta Livekustis dan painting Exhibition yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata yang mewakili walikota Surakarta, , Putra Kesultanan Solo, Gusti Nino, Direktur Produksi dan Pemasaran Perum PNRI Waluyo Pujianto serta para pegiat seni Surakarta/Solo.

Livekustik dan Painting Exhibition merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Perum PNRI dalam upaya memperkenalkan, mengembangkan, dan melestarikan salah satu Aset Sejarah Kota Surakarta yang menjadi cikal karya kreatif anak bangsa dalam bidang kesenian serta sebuah bentuk apresiasi Perum PNRI kepada para penggiat Seni dan budayawan Surakarta.
Studio Lokananta sendiri berdiri pada 29 Oktober 1956 atas inisiatif R. Maladi (Menteri Penerangan tahun 1959 – 1962) dan pada 2001-2002 dilikuidasi oleh Perum PNRI sehingga pada 2004 resmi menjadi Kantor Cabang Perum PNRI dengan nama Perum Percetakan Negara RI Cabang Surakarta-Lokananta.

Dalam pidato walikota Surakarta yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Surakarta berharap "Perum PNRI Cabang Surakarta-Lokananta dapat terus berkarya dalam meningkatkan kualitas dengan memunculkan keunggulan-keunggulan kompetetif maupun komparatif. Dan Lokananta harus terus eksis sebagai bagian pengembangan seni dan budaya"

Sementara itu, Gusti Nino yang turut memberikan sambutan sangat mengapresiasi acara Launching Surakarta Livekustik dan Painting Exhibition kali ini. "Menjadikan Lokananta sebagai tempat berekspresi para seniman dengan memaksimalkan Media Sosial yang mampu merangkul tidak hanya kaum milenial namun seluruh lapisan masyarakat" ujar Gusti Nino.

Waluyo Pujianto, menilai acara Launching Livekustik dan Painting Exhibition sebagai serangkaian proses kegiatan guna meningkatkan traffic Lokananta sehingga dapat dikenal masyarakat luas sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan Lokananta Reborn.

Perum PNRI sendiri terus berupaya meningkatkan eksistensi Studio Lokananta dan menjadikan Lokananta sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang beredukasi dan berevolusi dalam dunia musik dan hiburan tanah air dengan menghadirkan ruang seni modern di Kota Surakarta.

Subcategories